PRADIPA MEDIA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai Rp4,16 triliun kepada 58.207 debitur. Sementara itu, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp53,74 miliar kepada 9.413 debitur.
“Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, kinerja
penyaluran KUR dan pembiayaan UMi sampai dengan 30 September 2026, total penyaluran KUR mencapai Rp4,16 triliun atau 80,81 persen dari target Rp5,15 triliun, kepada 58.207 debitur,” ujar Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Catur Ariyanto Widodo Publikasi Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Assets and Liabilities Committee (ALCo) Regional Kalimantan Selatan di Aula Kanwil DJBC Kalbagsel pada Kamis (20/10/2026).
Rinciannya, ujarnya, KUR konvensional tersalur Rp3,99 triliun, sedangkan KUR syariah sebesar Rp175,8 miliar. Secara tahunan, penyaluran KUR tumbuh 10,2 persen.
Ditambahkan Catur, Kalsel menempati peringkat ke-16 secara nasional dalam realisasi penyaluran KUR
terhadap target dan berada pada peringkat ke-2 di regional Kalimantan.
“Berdasarkan sektor, penyaluran didominasi sektor pertanian sebesar sekitar Rp1,50 triliun atau
36,04 persen, yang menjangkau 25.529 debitur,” paparnya.
Sementara berdasarkan skema, KUR Mikro menjadi yang terbesar dengan penyaluran sekitar Rp2,76 triliun atau 66,34 persen kepada 52.858 debitur.
“Kota Banjarmasin mencatat penyaluran KUR tertinggi di antara kabupaten/kota, sebesar Rp732,2
miliar kepada 8.145 debitur.
Sedangkan BRI menjadi penyalur KUR terbesar dengan realisasi Rp2,81 triliun kepada 50.237 debitur, meningkat 9,05 persen dibandingkan September 2025,” papar Catur.
Sementara itu, paparnya, untuk pembiayaan Ultra Mikro (UMi) turut memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala sangat
kecil.
“Hingga September 2026, penyaluran UMi mencapai Rp53,74 miliar kepada 9.413 debitur melalui tiga lembaga penyalur,” ucapnya.
Menurut Catur, pembiayaan UMi disalurkan melalui skema konvensional sebesar Rp6,98 miliar atau 12,99 persen
dan syariah sebesar Rp46,76 miliar atau 87,01 persen.
Secara tahunan, lanjut dia, penyaluran UMi mengalami
kontraksi 4,3 persen.
“Kalsel menempati peringkat ke-16 secara nasional dan peringkat ke-2 di regional
Kalimantan dalam realisasi penyaluran UMi,” tandasnya.
Dia menambahkan, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan penyaluran UMi tertinggi, sebesar Rp11,04 miliar kepada 1.804 debitur, meskipun turun 6,09 persen dibandingkan September 2025.
“PNM merupakan lembaga penyalur UMi terbesar dengan pembiayaan Rp48,36 miliar kepada 8.460 debitur. Capaian tersebut meningkat 0,49 persen dibandingkan periode September 2025,” tandasnya.
Catur pun mengungkapkan, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen memperkuat
pemantauan dan evaluasi penyaluran KUR dan UMi bersama mitra penyalur, guna memastikan pembiayaan pemerintah menjangkau pelaku usaha yang membutuhkan dan mendukung aktivitas
ekonomi daerah. (NN)