Jakarta, KP – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dilibatkan untuk membangun 44 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Kalsel.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini tersebar di 44 titik di wilayah Kalsel, yang harus dirampungkan hingga akhir tahun,” kata Wakil Rektor 4, Dr Yusuf Azis, Sabtu (24/10/2026).
Hal tersebut diungkapkannya usai penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) antara FPIK ULM dan Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, di Jakarta.
Yusuf Aziz mewakili mewakili Dekan FPIK ULM untuk melakukan penandatangan untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di delapan kabupaten/kota di Kalsel.
Yusuf Azis menambahkan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Program prioritas ini bertujuan menata dan memperkuat kawasan pesisir serta perairan pedalaman secara terintegras,” jelasnya.
Untuk mempercepat pembangunan kampung nelayan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan kerjasama dengan 86 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
“Agar target pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa terealisasi hingga akhir tahun,” jelas Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi ULM.
Lebih lanjut diungkapkan, kampung nelayan ini menghubungkan nelayan, koperasi desa/kelurahan (sebagai agregator), dan pasar dalam satu rantai pasok dari hulu ke hilir.
“Ini menjadi bagian dari Program Strategis Nasional untuk swasembada pangan, energi, dan air,” ungkap Yusuf Azis.
Setiap lokasi dilengkapi dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI), gudang beku (cold storage), pabrik es, sentra kuliner, SPBU khusus nelayan, perumahan, serta sarana pengolahan hasil laut.
KP/ulm
KERJASAMA – WR 4 ULM Dr Yusuf Azis menunjukan dokumen kerjasama dengan Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, di Jakarta, Sabtu (24/10/2026) siang.