Daerah Opini

Demo BBM Ricuh, Massa Jebol Pagar DPRD Kalsel

PRADIPA MEDIA – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dan aktivis dari Rakyat Kalsel Melawan serta Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di depan Gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026), berlangsung ricuh. Massa sempat menjebol pagar depan gedung dewan setelah tuntutan mereka belum mendapat tanggapan yang diharapkan.

Para demonstran menuntut agar antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU segera diatasi. Mereka juga mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional karena berdampak pada kehidupan masyarakat, mulai dari kesulitan mendapatkan BBM, krisis air hingga kabut asap.

Ketegangan meningkat ketika massa berusaha menerobos gerbang yang dihadang petugas. Sejumlah mahasiswa bahkan nekat memanjat pagar sebelum akhirnya dihalau aparat kepolisian.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK bersama Ketua Komisi I Rais dan Wakil Ketua Komisi IV H Gusti Iskandar menemui demonstran dan memberikan penjelasan terkait penanganan persoalan BBM. Namun, penjelasan perwakilan Pertamina dan Kapolres Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin belum memuaskan massa. Mereka mendesak Kapolda Kalsel hadir langsung menemui pengunjuk rasa.

Perwakilan pengemudi ojek online (ojol), Alim, juga memprotes antrean BBM yang menurutnya membuat pengemudi harus menghabiskan waktu satu hingga dua jam setiap hari untuk mengisi bahan bakar.

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menjelaskan, Panitia Khusus (Pansus) BBM DPRD Kalsel telah turun ke lapangan dan menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Satgas BBM. Ia menegaskan, kinerja satgas akan dievaluasi jika tidak menunjukkan perkembangan dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Kita lihat nanti sejauh mana kerja Satgas. Kalau tidak ada kemajuan, tentu akan kita evaluasi apa penyebabnya dan bagaimana tindak lanjutnya,” ujarnya.

Supian HK juga menyoroti antrean kendaraan yang mengular, terutama pada pagi hari hingga pukul 08.00 Wita di kawasan Pal 5. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya merugikan sopir angkutan, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan akhirnya menemui demonstran dan mengajak mereka menahan diri agar situasi tidak semakin memanas. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang merugikan.

Aksi tersebut turut diwarnai desakan agar aparat menindak tegas oknum yang diduga menjadi beking pengusaha BBM. Massa meminta pengawasan distribusi BBM diperketat agar antrean panjang tidak terus berulang.

PENDEMO – Massa aksi demonstrasi berusaha menerobos pagar Gedung DPRD Kalsel saat menyampaikan tuntutan terkait antrean BBM dan penanganan karhutla di Banjarmasin, Kamis (22/10/2026).(NN)