PRADIPA MEDIA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Selatan menyiapkan rangkaian kegiatan akbar pada Sabtu (24/10/2026). Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin dijadwalkan hadir bersama istrinya, Rustini Muhaimin.
Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hilyah Aulia, mengatakan sejumlah agenda telah disiapkan untuk menyambut kedatangan Gus Muhaimin. Kegiatan tersebut meliputi peresmian kantor DPW PKB Kalsel, penyaluran bantuan sosial bagi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelantikan pengurus DPC, orientasi politik, serta apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
“Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu, 24 Oktober 2026, yakni peresmian kantor DPW PKB Kalsel yang dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Selatan, termasuk relawan pemadam kebakaran yang selama ini berjuang mengatasi karhutla,” kata Hilyah, Rabu (21/10/2026).
Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPC PKB dan orientasi politik. Sementara pada sore harinya, PKB Kalsel menggelar apel akbar untuk memperingati Hari Santri Nasional.
Ketua DPW PKB Kalsel, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa rangkaian agenda tersebut tidak hanya berfokus pada konsolidasi organisasi, tetapi juga mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat terdampak karhutla.
Menurut Cucun, penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama dari berbagai pihak. Karena itu, kehadiran Gus Muhaimin di Kalsel menjadi momentum untuk menegaskan komitmen dalam mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak.
“Bagaimanapun, karhutla harus diatasi bersama. Gus Muhaimin sangat berkomitmen untuk itu,” tegas Cucun.
Di tengah persiapan kegiatan tersebut, PKB Kalsel juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nurdin, relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.
“Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Nurdin, relawan pemadam yang telah berjuang dalam upaya penanggulangan karhutla. Pengabdian Nurdin menjadi pengingat bagi kita semua bahwa risiko yang dihadapi para relawan di lapangan tentu sangat besar,” kata Cucun.
Peristiwa tersebut, lanjutnya, semakin menegaskan pentingnya perhatian, dukungan, dan perlindungan bagi para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. PKB berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan, sementara seluruh relawan yang masih bertugas senantiasa diberikan keselamatan dalam menjalankan pengabdiannya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, DPW PKB Kalsel berharap konsolidasi organisasi, penguatan kader, dan peringatan Hari Santri Nasional dapat berjalan beriringan dengan aksi nyata kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Selatan.(NN)